Bergerak Bersama Merawat Keindonesiaan

JAKARTA, ParitasInstitute.org — Kembali Paritas Institute melaksanakan training Penggerak Perdamaian untuk anak-anak muda lintas iman. Kali ini kegiatan pelatihan dilaksanakan di Poso. Kegiatan ini menurut Direktur Paritas Institute Penrad Siagian, dilaksanakan sebagai upaya membangun sistem dan mekanisme pertahanan diri berbasis komunitas dari masyarakat sipil lintas iman atas semakin suburnya radikalisme yg berbasis SARA dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Bangsa ini berdiri di atas kemajemukannya, kemajemukan baik suku, agama, etnik dan lain-lain adalah kodrat dari keindonesiaan itu. Namun akhir-akhir ini, kemajemukan dan kebhinnekaan kita sedang terancam oleh bangkitnya identitas primordial yang menegasikan perbedaan sebagai sesama anak bangsa. Intoleransi dan kekerasan berbasis identitas primordial telah semakin masif mewarnai relasi-relasi yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Intoleransi hingga kekerasan-kekerasan yang muncul dalam wajah keindonesiaan kita saat ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari kapitalisasi identitas primordial demi kepentingan politik kekuasaan, hingga keinginan menyeragamkan Indonesia dalam satu bentuk identitas dan ideologi tertentu.

Namun yang jelas, ideologi-ideologi dan gerakan radikal tersebut dalam kenyataannya jelas telah mampu menggerakkan aktor-aktor dari masyarakat sipil menjadi pelaku teror dan radikalisme. Hal ini terlihat dengan semakin meluasnya praktek intoleransi dan kekerasan yang semakin masif terjadi.

Berkembangnya aksi-aksi radikalisme dan intoleransi ini pada akhirnya akan mengoyak kebhinekaan, yang akibatnya, muncul ego sektarian, rasa curiga, bahkan aksi balas dendam. Jika ini terus dibiarkan maka dapat mengancam keutuhan NKRI.

Tarining Penggerak Perdamaian ini adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh Paritas Institute untuk merawat Keindonesiaan yang majemuk. Di berbagai daerah melalui kegiatan ini Paritas Insititute mempertemukan anak-anak muda dari berbagai latar belakang perbedaan untuk saling bertemu, belajar bersama tentang keindonesiaan dan membangun pengalaman hidup bersama dan pada akhirnya menjadi penggerak-penggerak perdamaian di tempat di mana mereka tinggal. Kita mau merawat keindonesiaan itu dan akhirnya merayakan perbedaan dan kemajemukan sebagai sebuah kekayaan bangsa.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *