Menyoal Problematika PBM 2 Menteri No. 9 dan 8 Th. 2006 dan Kemajemukan Indonesia

BENGKULU, ParitasInstitute.com — Di antara tantangan yang terus mengancam demokrasi kita adalah semakin maraknya konflik-konflik yang berbasis pada agama. Kekerasan, persekusi, penutupan rumah ibadah hingga pengkafiran dan ujaran kebencian adalah wujud dibajaknya ruang berdemokrasi kita. Hal ini disampaikan Pdt Penrad Siagian dalam acara Konven Pendeta Sinode GKSBS di Bengkulu, pada Selasa (3/7/2018).

Dalam ruang publik yang demokratis, regulasi adalah cara untuk menjamin kesetaraan dan kebebasan bagi setiap orang dan kelompok di dalamnya, untuk menjamin kontestasi kepentingan antarkelompok tidak berhulu pada hegemoni satu kelompok atas kelompok yang lain.

Namun tidak jarang, regulasi menjadi alat pelembagaan diskriminasi dalam hubungan sosial. Akhirnya institusi sosial menjadi diskriminatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *